Selasa, 03 Maret 2020

SUNAN AD-DARIMI KITAB MUKADDIMAH No: 133 Bab: Keterhati-hatian berfatwa, tidak suka melampui batas dan bid'ah

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ قَالَ سَمِعْتُهُ يَذْكُرُ قَالَ كَانَ الشَّعْبِيُّ إِذَا جَاءَهُ شَيْءٌ اتَّقَى وَكَانَ إِبْرَاهِيمُ يَقُولُ وَيَقُولُ وَيَقُولُ قَالَ أَبُو عَاصِمٍ كَانَ الشَّعْبِيُّ فِي هَذَا أَحْسَنَ حَالًا عِنْدَ ابْنِ عَوْنٍ مِنْ إِبْرَاهِيمَ

Telah mengabarkan kepada kami Abu 'Ashim dari Ibnu 'Aun ia berkata aku mendengarnya mengatakan: 'Dahulu As Sya'bi jika datang kepadanya sesuatu masalah ia bicara secara hati-hati, sementara Ibrahim terus berkomentar, berkomentar, dan berkomentar'". Abu 'Ashim berkata: "Sikap As Sya'bi menurut Ibnu 'Aun, dalam hal permasalahan ini lebih bagus dibandingkan dengan sikap Ibrahim".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar